Kawan KISS FM,
Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Jember dalam pembahasan LKPJ Bupati tahun 2025 yang berlangsung pada Senin 6 April 2026, menyoroti keberadaan forum corporate social responsibility (CSR).
Sejauh ini, forum CSR dinilai belum berperan optimal, terutama di tengah meningkatnya kejadian bencana di wilayah Jember.
Hal itu disampaikan anggota Pansus 2, David Handoko Seto, yang meminta bagian hukum Pemerintah Kabupaten Jember untuk melakukan penelusuran terhadap keabsahan surat keputusan (SK) forum CSR, menyusul perubahan jabatan ketua yang sebelumnya menjabat Direktur Perumdam Tirta Pendalungan.
Menurutnya, hasil penelusuran tersebut perlu segera dilaporkan kepada Bupati Jember dan DPRD sebagai bahan evaluasi. Jika ditemukan kepengurusan yang sudah tidak aktif, maka perlu dilakukan pembaruan struktur organisasi agar forum CSR dapat kembali berfungsi secara maksimal.
Ia menilai keberadaan forum CSR sangat strategis dalam mendukung program pembangunan daerah serta membantu percepatan penanganan berbagai persoalan sosial, termasuk saat terjadi bencana.
Selain itu, penentuan ketua forum CSR juga diminta agar disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
Dalam beberapa hari terakhir, Kabupaten Jember diketahui kerap dilanda bencana, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah pinggiran. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan kehadiran forum CSR untuk turut berkontribusi dalam penanganan dan pemulihan dampak bencana.
Salah satu kejadian yang menjadi sorotan adalah kebakaran rumah pada 24 Maret 2026 di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. Peristiwa tersebut menghanguskan rumah milik seorang warga lanjut usia yang juga dihuni pasangan penyandang disabilitas.
Hingga kini, proses pembangunan kembali rumah tersebut masih mengandalkan swadaya perangkat desa dan masyarakat setempat. Selain itu, terdapat sejumlah kejadian lain yang juga dinilai belum tertangani secara optimal.
<<<< Fit
(146 views)