Kawan KISS FM.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember diperkirakan mencapai 400 unit untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian salah satu unit SPPG milik Bupati Jember Muhammad Fawait di Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kamis 16 April 2026.
Dadan menjelaskan, saat ini jumlah SPPG yang telah beroperasi di Jember tercatat sebanyak 141 unit. Namun, sebanyak 58 unit di antaranya harus disuspensi karena belum memenuhi standar pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, Kabupaten Jember ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam implementasi program MBG. Hal ini didukung oleh sistem pendataan yang dinilai akurat karena dilakukan hingga tingkat desa, RT, dan RW.
Berdasarkan data tersebut, jumlah penerima manfaat program MBG di Jember diperkirakan mencapai sekitar 800 ribu jiwa atau sekitar 30 persen dari total populasi.
Dengan jumlah penerima manfaat tersebut, Jember membutuhkan sekitar 400 unit SPPG agar layanan bisa berjalan optimal.
Ia menambahkan, setiap unit SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan. Alokasi tersebut terbagi menjadi sekitar 70 persen untuk bahan baku, 20 persen untuk operasional termasuk honor relawan lokal, serta 10 persen untuk pengembalian investasi.
Secara nasional, lanjut Dadan, saat ini terdapat sekitar 26.800 unit SPPG yang telah terdaftar dan seluruhnya dijalankan oleh mitra.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa program MBG mendapat respons positif dari masyarakat, meskipun di media sosial sempat muncul berbagai narasi yang berseberangan.
Ia mengaku, saat turun langsung ke masyarakat, baik di tingkat sekolah dasar, menengah, maupun melalui interaksi di media sosial, pertanyaan yang paling sering muncul adalah terkait waktu pelaksanaan dan penerimaan program tersebut.
Menurutnya, program inisiasi Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi daerah.
Fawait memperkirakan, apabila program berjalan optimal, perputaran dana dari APBN melalui MBG di Jember dapat mencapai hampir Rp4 triliun per tahun, mendekati total APBD Jember yang berada di kisaran Rp4,3 triliun.
<<<< FIT
(194 views)