Gapensi Jember Soroti Lonjakan Harga Material, Desak Evaluasi HPS Proyek APBD 2026

Kawan KISS FM.

Kenaikan harga bahan bangunan dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada sektor konstruksi di Kabupaten Jember. Sejumlah material utama seperti semen, besi, dan aspal dilaporkan mengalami lonjakan harga dalam kurun tiga bulan terakhir, dipicu dinamika geopolitik global.

Kondisi tersebut mendorong Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jember untuk menyampaikan aspirasi kepada Komisi C DPRD Jember.

Dalam pertemuan yang digelar Selasa, 29 April 2026, Gapensi meminta Pemerintah Kabupaten Jember segera mengevaluasi harga perkiraan sendiri (HPS) untuk proyek yang bersumber dari APBD 2026.

Wakil Ketua DPC Gapensi Jember, Herwindo Wicaksono, menegaskan bahwa penyesuaian HPS menjadi langkah penting untuk merespons fluktuasi harga material konstruksi.

Menurutnya, pemerintah perlu mengkaji ulang dampak kenaikan harga tersebut, khususnya terhadap proyek-proyek yang didanai APBD maupun sumber lainnya, guna menjaga keberlangsungan pembangunan di daerah.

Ia juga menyampaikan harapan pelaku jasa konstruksi agar mendapatkan kepastian harga yang lebih realistis, sehingga tidak mengalami kerugian saat proyek berjalan.

Selain itu, Herwindo mendorong percepatan pelaksanaan proyek agar tidak menumpuk di akhir tahun anggaran, yang berpotensi terganggu oleh kenaikan harga material sekaligus berdampak pada kualitas pekerjaan. 

Menanggapi hal itu, anggota Komisi C DPRD Jember, Agung Budiman, menyatakan pihaknya menerima dan memahami aspirasi yang disampaikan Gapensi. Ia mengakui bahwa ketidakpastian harga bahan bangunan saat ini tidak lepas dari pengaruh situasi geopolitik global.

Menurut Agung, para kontraktor menghadapi kekhawatiran terhadap potensi kenaikan harga secara tiba-tiba setelah kontrak proyek disepakati. Oleh karena itu, Komisi C merekomendasikan agar pemerintah daerah segera menetapkan satuan harga terbaru dan mempercepat pelaksanaan proyek.

Langkah tersebut dinilai penting agar roda perekonomian di Kabupaten Jember tetap berjalan optimal, sekaligus menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun yang berisiko menurunkan kualitas proyek. Selain itu, percepatan juga diharapkan dapat mendorong penyerapan anggaran lebih awal. 

<<<< FIT

(38 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.