Jaga Stabilitas Produksi Pangan, Dinas TPHP Jember Siapkan Strategi Hadapi Kemarau 2026

Kawan KISS FM,

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) menegaskan kesiapan menghadapi potensi musim kemarau 2026, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kabupaten Jember, Luhur Prayogo, dalam talkshow di KISS FM, Sabtu, 25 April 2026, yang membahas produksi pangan dan strategi menghadapi potensi kemarau ekstrem.

Luhur mengungkapkan, Kabupaten Jember pernah mencapai masa keemasan produksi pangan pada tahun 2016. Saat itu, produksi beras Jember menembus angka lebih dari 1 juta ton, bahkan mendapat apresiasi langsung dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Luhur, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran petani sebagai pelaku utama, serta dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan.

Memasuki periode menjelang musim kemarau 2026, Luhur mengajak seluruh pemangku kepentingan tetap bersikap optimistis. Ia menekankan bahwa prediksi cuaca bersifat dinamis, sehingga perlu dihadapi dengan kesiapan dan strategi yang matang.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli 2026. Meski demikian, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa produksi pangan di Jember tetap relatif stabil, bahkan saat terjadi fenomena El Nino pada 2022–2023. 

Salah satu kekuatan utama Jember, lanjut Luhur, adalah ketersediaan sumber daya air yang cukup merata, mulai dari kawasan pegunungan hingga wilayah pesisir. Kondisi ini menjadi modal penting dalam menjaga suplai air untuk lahan pertanian saat musim kemarau.

Karena itu, pihaknya mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber daya air yang ada sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kering yang diprediksi berlangsung hingga enam bulan.

<<<<< ANTO, ULIL

(72 views)