Kawan KISS FM.
Harga gabah di tingkat petani yang kini menembus Rp7.000 per kilogram dinilai menjadi angin segar di tengah tingginya biaya produksi pertanian. Kondisi ini terjadi saat musim panen raya telah berlalu, sehingga pasokan gabah tidak melimpah seperti biasanya.
Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia, Jumantoro, Kamis 23 April menyebut, harga padi saat ini, sudah seharusnya terjadi mengingat beban biaya yang ditanggung petani saat ini sangat tinggi. Mulai dari obat-obatan hingga ongkos tenaga kerja yang terus naik.
Ia menjelaskan, kenaikan signifikan juga terjadi pada pupuk non-subsidi yang mencapai hingga 100 persen. Sementara itu, alokasi pupuk subsidi dari pemerintah dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan riil petani di lapangan.
Akibatnya, total biaya produksi untuk satu hektare tanaman padi saat ini bisa mencapai sekitar Rp25 juta, termasuk biaya sewa lahan. Kondisi tersebut membuat petani berada dalam tekanan ekonomi yang cukup berat.
Namun demikian, dengan harga gabah yang berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram, beban tersebut setidaknya bisa meringankan petani.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa penggunaan alat panen modern seperti combine juga turut memengaruhi kualitas dan harga gabah di tingkat petani, dengan kadar gabah hampa (gabuk) sekitar 5 hingga 7 persen.
Menurutnya, harga yang relatif tinggi saat ini juga dipengaruhi oleh terbatasnya panen di sejumlah wilayah. Tidak adanya panen raya membuat pasokan gabah di pasar menjadi terbatas.
Kondisi ini menjadi momentum bagi petani untuk sedikit bernapas lega, meski tantangan biaya produksi yang tinggi masih menjadi pekerjaan rumah utama di sektor pertanian.
<<<< ULIL
(43 views)