Kawan KISS FM.
Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan proses verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan dapat diselesaikan dalam waktu maksimal satu bulan. Hingga saat ini, capaian verval telah mencapai sekitar 60 persen dari total sasaran.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Pemkab Jember, Akhmad Helmi Luqman, melalui program Komentar Rakyat, Rabu 22 April mengatakan, proses verval melibatkan sekitar 22 ribu aparatur sipil negara (ASN) dengan total sasaran mencapai 97 ribu kepala keluarga (KK).
Helmi menjelaskan, setiap ASN rata-rata menangani 3 hingga 5 kepala keluarga. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat sekitar 1.800 ASN yang harus bertugas di wilayah yang cukup jauh dari domisilinya. Kondisi ini terjadi karena distribusi wilayah tugas di daerah asal ASN sudah penuh.
Meski demikian, Pemkab Jember memberikan kelonggaran bagi ASN yang mengalami kendala, seperti sakit, faktor usia, maupun kondisi disabilitas. ASN juga diperbolehkan menyampaikan keberatan kepada pimpinan masing-masing untuk dilakukan penyesuaian penugasan.
Selain itu, pengaturan teknis di lapangan diserahkan kepada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), dengan mempertimbangkan kemampuan dan kondisi personel.
Dalam pelaksanaan verval, Helmi juga menyoroti adanya insiden kecelakaan yang dialami salah satu ASN saat bertugas di lapangan. ASN tersebut mengalami kecelakaan saat melintasi medan dengan kemiringan cukup ekstrem.
Dia menyebut, yang bersangkutan sebenarnya sudah difasilitasi, namun tetap memilih melanjutkan tugas hingga akhirnya terjadi kecelakaan. Saat ini kondisinya sudah membaik dan telah mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Terkait sumber data, Helmi menegaskan bahwa data yang digunakan bukan berasal dari dinas daerah, melainkan dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dihimpun oleh pemerintah pusat. Data tersebut integrasi dari berbagai sumber, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Pertamina, dan PLN, yang kemudian menjadi data induk nasional.
Lebih lanjut, Helmi menyebutkan bahwa proses verval saat ini juga menjadi bagian dari uji coba sistem dan aplikasi. Sejumlah evaluasi terus dilakukan, termasuk penyesuaian penugasan ASN dengan mempertimbangkan faktor jarak, gender, dan kondisi fisik.
<<<< ANTO/ULIL
(51 views)