Kenaikan harga plastik akibat dampak konflik di Timur Tengah mendorong perlunya perubahan pola konsumsi masyarakat. Salah satu solusi yang mulai digaungkan adalah penguatan gerakan pengurangan sampah atau zero waste.
Hal itu disampaikan Ketua Sobung Sarka, Dina Putu Kristiyanti, Sabtu 11 april 2026.
Dina mengaku prihatin dengan lonjakan harga plastik, terutama karena kemasan sekali pakai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Menurutnya, Semua lapisan masyarakat sekarang hampir tidak bisa lepas dari kemasan plastik, mulai dari membeli minuman hingga makanan ringan.
Menurutnya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk operasional sehari-hari.
Sebagai respons atas persoalan tersebut, komunitas Sobung Sarka aktif mengkampanyekan gerakan zero waste atau pengurangan sampah. Namun, Dina menegaskan bahwa konsep nol sampah bukan berarti tidak menghasilkan sampah sama sekali, melainkan upaya untuk meminimalkan jumlah sampah yang dihasilkan.
Ia menyebut, gerakan ini berfokus pada tiga langkah utama, yakni mencegah timbulnya sampah, memilah sampah, dan mengelola sampah yang sudah dihasilkan.
Pada tahap pencegahan, masyarakat didorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, misalnya dengan membawa tumbler sendiri atau tas belanja saat beraktivitas di pasar maupun tempat umum.
Selanjutnya, masyarakat juga diajak untuk mulai memilah sampah, setidaknya antara sampah organik dan anorganik. Namun, Dina mengakui masih banyak tantangan di lapangan, terutama terkait konsistensi sistem pengelolaan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat tetap harus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran lingkungan semakin meningkat.
Menurutnya, gerakan zero waste bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan dan ekonomi akibat ketergantungan pada plastik.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat serta dukungan kebijakan yang tepat, gerakan pengurangan sampah diyakini dapat menjadi salah satu solusi alternatif dalam menghadapi kenaikan harga plastik sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. anto/ULIL
(121 views)