Tiga Kecamatan Jember Dilanda Banjir, Air Bersih Mulai Didistribusikan

Kawan KISS FM.

Pemerintah Kabupaten Jember melaporkan perkembangan terbaru banjir yang melanda tiga kecamatan, masing-masing Rambipuji, Panti, dan Kaliwates.

Hingga Rabu, 4 Maret 2026, total 132 kepala keluarga atau 453 jiwa terdampak di empat desa dan dua kelurahan. Dari jumlah tersebut, terdapat 20 balita, 22 lansia, dan satu ibu hamil yang masuk kategori kelompok rentan. Selain berdampak pada warga, banjir juga menyebabkan tiga rumah mengalami kerusakan ringan.

Di Kecamatan Rambipuji, dampak paling luas terjadi di Desa Gugut. Sebanyak 45 kepala keluarga atau 170 jiwa di Dusun Krajan RT 03 RW 11 terdampak genangan. Sementara itu, sejumlah dusun di Desa Rambi Gundam dan Desa Rambipuji juga mengalami genangan, dengan puluhan kepala keluarga harus membersihkan rumah akibat endapan lumpur.

Banjir dipicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur wilayah Jember pada Senin, 2 Maret 2026, sejak pukul 13.30 hingga 20.30 WIB. Curah hujan tersebut menyebabkan peningkatan debit Sungai Dinoyo, Kaliputih, Badean, dan Kalijompo.

Sekitar pukul 18.30 WIB, air sungai meluap ke permukiman warga dengan ketinggian genangan antara 40 hingga 70 sentimeter, disertai lumpur berwarna cokelat. Sebanyak 111 jiwa sempat mengungsi di tiga titik di Kecamatan Rambipuji. Namun seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Sebagai respons, sejumlah unsur diterjunkan untuk melakukan penanganan secara gotong royong, termasuk distribusi air bersih. Di Dusun Krajan, Desa Gugut, sumur warga dilaporkan tercemar lumpur sehingga air tidak layak konsumsi.

Sekretaris Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember, Ghufron Evyan Efendi, mengatakan pihaknya bersama BPBD Kabupaten Jember menempatkan empat unit tandon air di titik strategis Dusun Krajan, Gugut. PMI Jember kemudian melakukan pengisian air bersih secara berkala untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. 

Sementara itu, terbaru banjir lumpur juga dilaporkan menerjang Dusun Glundengan, Desa Suci, Kecamatan Panti, Rabu siang. Peristiwa yang terjadi sejak dini hari tersebut menyebabkan sedikitnya enam rumah terdampak dan akses jalan desa sepanjang 200 meter tertutup lumpur.

BPBD Jember mencatat, kejadian bermula sekitar pukul 03.30 WIB ketika warga mendengar suara gemuruh dari aliran Sungai Kaliputih. Material lumpur pekat bercampur kayu dan endapan hutan terbawa arus.

Sekitar pukul 05.20 WIB, anak Sungai Kaliputih di RT 2 RW 3 meluap akibat jembatan tersumbat material kayu. Air kemudian meluber ke jalan dan permukiman warga dengan ketebalan lumpur mencapai kurang lebih 10 sentimeter. Hingga siang hari, banjir telah surut dan pembersihan material lumpur terus dilakukan secara bertahap.

<<<< Ulil

(214 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.