
Kawan KISS FM,
Kabupaten Jember masih menghadapi kerentanan bencana yang cukup tinggi. Dalam kurun waktu tiga bulan, sejak Januari hingga awal Maret 2026, tercatat sedikitnya 146 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah.
Berbagai jenis bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung hingga pohon tumbang. Kondisi ini menunjukkan pentingnya keberadaan Desa Tangguh Bencana (Destana) di tingkat desa sebagai garda terdepan penanganan bencana.
Namun dari total 248 desa dan kelurahan di Kabupaten Jember, baru 125 desa yang telah terbentuk dan memiliki struktur organisasi Destana yang aktif. Sementara itu, masih terdapat 123 desa yang belum memiliki struktur Desa Tangguh Bencana.
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, Kamis 12 Maret 2026, mengatakan belum terbentuknya Destana di sejumlah desa menjadi pekerjaan rumah bersama, tidak hanya bagi BPBD, tetapi juga organisasi perangkat daerah terkait, Forkopimcam hingga pemerintah desa.
Meski baru sekitar dua bulan menjabat sebagai Kepala BPBD Jember, Edi menargetkan fasilitasi pembentukan struktur Desa Tangguh Bencana dan Kelurahan Tangguh Bencana dapat rampung pada Desember 2026.
Ia juga menyatakan akan melakukan evaluasi apabila hingga akhir tahun target tersebut belum tercapai.
Saat ini BPBD Jember tengah merumuskan sejumlah strategi untuk mempercepat pembentukan Destana. Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada BPBD, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Edi menegaskan pembentukan Desa Tangguh Bencana sebaiknya tidak didorong melalui stimulus finansial. Ia lebih menekankan pentingnya pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam proses pembentukan Destana.
Lebih lanjut, BPBD Jember juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jember untuk mempercepat pembentukan struktur Destana yang aktif di desa. Hal ini karena regulasi telah mengatur keterlibatan pemerintah desa melalui pemanfaatan dana desa untuk mendukung program tersebut.
Sementara itu, dari total 146 kejadian bencana yang tercatat, sebanyak 44 kejadian terjadi pada Januari dan 86 kejadian pada Februari. Bencana yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang hingga pohon tumbang. Selain itu, dalam dua hari pertama bulan Maret tercatat 17 kejadian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jember.
Fit.
(203 views)