
Kawan KISS FM,
Intensitas hujan dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Jember diperkirakan mulai menurun pada Maret 2026. Hal ini seiring dengan berakhirnya puncak musim hujan dan masuknya masa peralihan menuju musim kemarau.
Prediksi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang menyebut musim kemarau 2026 berpotensi datang lebih awal di hampir separuh wilayah Indonesia. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena masa transisi musim sering memicu cuaca ekstrem seperti angin kencang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, Senin 9 Maret mengatakan berdasarkan evaluasi, jumlah kejadian bencana di Jember mengalami peningkatan sejak awal tahun.
Pada Januari 2026 tercatat 44 kejadian bencana, seperti banjir, longsor, dan angin kencang yang disertai pohon tumbang. Sementara pada Februari jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat menjadi 86 kejadian.
Bahkan pada awal Maret ini, dalam dua hari pertama sudah tercatat sekitar 16 kejadian bencana.
Dari sejumlah peristiwa tersebut, bencana juga mengakibatkan 51 pohon tumbang, serta menyebabkan puluhan rumah dan bangunan gudang mengalami kerusakan hingga roboh.
Sesuai prakiraan BMKG, Maret merupakan periode puncak musim hujan yang perlu diwaspadai sebelum memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Sementara itu, kejadian bencana terbaru terjadi akibat luapan Sungai Pakel di Dusun Pakel, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, pada Sabtu sore, 7 Maret 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan dua rumah warga terendam lumpur dan material sungai yang terbawa arus banjir.
<<<<<<<< FIT
(231 views)