Kawan KISS FM.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 untuk mendata seluruh aktivitas usaha masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar. Pendataan ini merupakan agenda rutin BPS yang digelar setiap sepuluh tahun sekali.
Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsi, menjelaskan BPS memiliki tiga sensus utama, yakni sensus penduduk, sensus pertanian, dan sensus ekonomi yang dilaksanakan secara bergantian dalam satu siklus sepuluh tahunan.
Dalam pelaksanaannya, BPS menggunakan dua metode pendataan. Untuk perusahaan besar, pendataan dilakukan secara daring melalui pengisian formulir yang dikirim melalui email pada periode 1 hingga 30 Mei 2026.
Sedangkan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, pendataan dilakukan oleh petugas lapangan menggunakan aplikasi berbasis telepon genggam pada periode 16 Mei hingga 31 Juli 2026. Jika perusahaan besar tidak merespons pengisian secara daring, maka petugas akan melakukan pendataan langsung di lapangan pada periode yang sama.
Selain mendata jenis usaha, sensus ekonomi juga mengumpulkan berbagai informasi penting, seperti jumlah tenaga kerja, penggunaan internet dalam usaha, aktivitas ekonomi kreatif, kepemilikan sertifikat halal dan izin BPOM, hingga keterlibatan usaha dalam berbagai program pemerintah.
Data tersebut nantinya akan menjadi basis penyusunan kebijakan ekonomi dan perencanaan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Sebelumnya, BPS telah merilis pertumbuhan perekonomian Jember periode tahun 2025, mencapai 5,47 persen. Pertumbuhan tersebut menempati posisi kedua tertinggi di kawasan Tapal Kuda setelah Banyuwangi yang tumbuh 5,65 persen.
Sementara itu, sektor yang mencatat pertumbuhan tertinggi di Jember antara lain jasa perusahaan sebesar 9,16 persen, jasa lainnya 8,72 persen, serta transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,41 persen.
Meski demikian, struktur ekonomi Jember masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 25,42 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Disusul sektor industri pengolahan 21,61 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan 14,77 persen, serta sektor konstruksi 7,74 persen.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jember juga masih ditopang konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi terbesar, yakni mencapai 69,11 persen terhadap PDRB daerah.
Ulil.
(294 views)