BPBD Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor Susulan di Jember

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo

Kawan KISS FM.

Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Jember terus meluas. Setelah sebelumnya melanda Kecamatan Kalisat, Ajung, dan Jenggawah, kini bencana serupa dilaporkan terjadi di empat kecamatan lainnya.

Data BPBD Kabupaten Jember mencatat wilayah terdampak bertambah ke Kecamatan Jelbuk, Sukorambi, Tanggul, dan Wuluhan. Sehingga total terdapat 7 kecamatan terdampak dalam dua hingga tiga hari terakhir.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, Senin 2 Maret, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai, lereng perbukitan, dan sekitar pohon tinggi. Ia menegaskan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

BPBD melaporkan, di Kecamatan Jelbuk longsor terjadi di Dusun Sumber Candik, Desa Panduman, dengan tinggi tebing sekitar 7 meter dan lebar 4 meter, mengancam tiga rumah warga.

Di Kecamatan Sukorambi, longsor terjadi di Dusun Curah Dami, Desa Sukorambi, dengan ketinggian tebing mencapai 30 meter dan lebar 10 meter. Sementara di Kecamatan Tanggul, longsor plengsengan terjadi di Dusun Teko’an, Desa Tanggul Kulon, dengan tinggi sekitar 7,5 meter dan lebar 7 meter.

Sedangkan di Kecamatan Wuluhan, banjir luapan merendam Dusun Sumberjo, Desa Glundengan, dengan ketinggian air antara 10 hingga 80 sentimeter. Sebanyak 470 kepala keluarga atau 1.070 jiwa terdampak banjir tersebut.

Menurutnya, BPBD telah melakukan asesmen, koordinasi lintas sektor, serta pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak di sejumlah lokasi. 

Sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu 28 Februari malam juga menyebabkan rumah non permanen milik Sulhan (52) di Dusun Sumber Malang, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, ambruk total.

Banjir luapan juga terjadi di Kecamatan Jenggawah dan Ajung pada Minggu 1 Maret dini hari. Sebanyak 18 rumah terendam air setinggi 20 hingga 60 sentimeter. Genangan juga menutup akses jalan serta merendam Kantor Kecamatan Ajung hingga setinggi 50 sentimeter.

BPBD memastikan pemantauan terus dilakukan dan masyarakat diminta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.

(134 views)