
Kawan KISS FM.
Inspeksi mendadak atau sidak yang dilakukan Komisi D DPRD Jember di RSD dr Soebandi, Jumat 27 Februari 2026, sejak siang hingga sore hari, menghasilkan sejumlah catatan penting. Namun agenda klarifikasi mendalam tidak berjalan optimal karena jajaran direksi yang hadir tidak lengkap.
Sidak yang dibagi dalam tiga tim itu memaparkan hasil temuan secara terbuka di hadapan jajaran direksi yang dipimpin Pelaksana Tugas atau Plt Direktur Utama RSD dr Soebandi, dr. Nyoman Semita.
Secara bergiliran, anggota Komisi D menyampaikan temuan mereka. Di antaranya Ahmad Dafir Syah dari PKS, Alfian Andri Wijaya dari Gerindra, Wahyudi Prayudi dari PDI Perjuangan, serta Muhammad Hafidzi Kholis dari PKB. Temuan yang disampaikan mencakup aspek pelayanan kesehatan, ketersediaan alat medis, hingga pengelolaan keuangan rumah sakit.
Sebagian besar pertanyaan dijawab langsung oleh Nyoman Semita. Namun suasana berubah saat Wahyudi Prayudi meminta data keuangan disajikan lebih rinci. Ia meminta Wakil Direktur Teknis mempresentasikan laporan keuangan lengkap tahun 2025 hingga Januari 2026.
Permintaan tersebut memicu perhatian anggota Komisi D lainnya. Muhammad Hafidzi Kholis kemudian menghentikan sementara audiensi karena jajaran Wakil Direktur, khususnya bidang teknis dan keuangan, tidak hadir secara lengkap. Ia menegaskan, penjelasan teknis seharusnya disampaikan langsung oleh pejabat yang berwenang agar data yang diberikan lebih rinci dan akurat.
Menurutnya, Komisi D membutuhkan jawaban berbasis data, bukan sekadar penjelasan lisan.
Audiensi sempat diskors sekitar 30 menit untuk menunggu kehadiran Wakil Direktur Keuangan. Namun hingga sore hari, yang bersangkutan belum hadir. Akhirnya, Komisi D dan pihak direksi sepakat menjadwalkan ulang agenda klarifikasi tersebut.
Sementara itu, Plt Direktur Utama RSD dr Soebandi, Nyoman Semita, menyampaikan secara umum kinerja rumah sakit menunjukkan tren peningkatan, baik dari sisi pelayanan maupun keuangan. Ia menjelaskan sistem pengelolaan keuangan dilakukan melalui satu pintu dan dikelola langsung oleh manajemen rumah sakit.
Nyoman memaparkan, pendapatan rumah sakit pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp273 miliar. Ia optimistis pendapatan tahun 2026 akan meningkat. Hal itu, menurutnya, terlihat dari laporan Januari 2026 yang mencapai Rp31,7 miliar atau naik 100 persen dibanding rata-rata pendapatan bulanan tahun 2025 yang berkisar Rp15 miliar.
(133 views)