Waspada, Tren Kasus Penipuan Digital Saat Ramadan Meningkat

Kawan KISS FM.

Peningkatan aktivitas digital selama Ramadan berdampak pada melonjaknya kasus penipuan siber, terutama melalui panggilan aplikasi WhatsApp. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena bisa merugikan masyarakat.

Fenomena meningkatnya penipuan digital ini salah satunya disampaikan Head Of Marketing Java Indosat Ooredoo Hutchison, Adiyanto Adhi Kusumo, Rabu 25 Februari 2026. Dia mengatakan, tren kenaikan spam dan scam terjadi seiring naiknya penggunaan data internet masyarakat.

Saat Ramadhan, peningkatan durasi masyarakat dalam beraktivitas secara online disebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku kejahatan siber. Momentum pembagian tunjangan hari raya dan bonus juga dinilai menjadi celah yang dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksinya.

Pihaknya mencatat, tren spam dan scam meningkat hingga 34 persen, seiring dengan tingginya penggunaan internet di periode Ramadan. Jika sebelumnya marak melalui SMS dan telepon seluler biasa, kini pelaku beralih menggunakan panggilan WhatsApp dengan berbagai penyamaran identitas.

Berdasarkan laporan yang diterima Indosat Jatim, terdapat 60 ribu korban penipuan dengan kerugian mencapai Rp700 miliar.

Adiyanto Adhi Kusumo menjelaskan, salah satu modus yang paling sering terjadi adalah pelaku menghubungi korban melalui WhatsApp dan meminta kode OTP dengan dalih tertentu. Ketika kode tersebut diberikan, pelaku dapat mengambil alih akun korban hingga berpotensi menguras rekening atau pulsa. 

(218 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.