
Kawan KISS FM
Universitas Jember (UNEJ) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggagas skema asuransi pertanian berbasis teknologi presisi. Skema ini diklaim menjadi yang pertama di Indonesia dan dirancang untuk memperkuat perlindungan risiko sektor pangan.
Kepala UPA TIK UNEJ, Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, menyatakan model asuransi tersebut berbeda dari skema konvensional karena bersifat fleksibel mengikuti masa tanam. Jika petani menanam padi selama empat bulan, maka periode perlindungan dapat disesuaikan dengan siklus tanam atau masa kontrak lahan.
Dalam skema ini, petani diwajibkan menerapkan sistem pertanian berbasis teknologi atau precision agriculture. UNEJ menyiapkan perangkat sensor, data logger, serta pemantauan berbasis GPS untuk memastikan seluruh proses budidaya terdokumentasi secara akurat.
Menurut Prof. Bayu, teknologi tersebut digunakan untuk memantau potensi risiko seperti bencana alam, perubahan iklim, maupun faktor force majeure. Klaim asuransi hanya dapat diproses apabila terdapat data pendukung yang terekam sistem. Sebaliknya, kerugian akibat kelalaian tanpa pencatatan digital tidak dapat dijamin.
Setiap tahapan budidaya, mulai dari pemilihan bibit, penanaman, hingga panen, wajib mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dan terdokumentasi secara digital. Sistem juga dirancang untuk mengantisipasi manipulasi data lokasi, termasuk penggunaan GPS palsu.
Lebih jauh Prof. Bayu menjelaskan, teknologi yang digunakan merupakan hasil riset UNEJ yang telah dipatenkan dan diproduksi melalui startup berbasis inovasi. Saat ini terdapat lebih dari 20 produk teknologi pertanian yang disiapkan untuk mendukung implementasi asuransi berbasis data tersebut.
(260 views)