
Kawan KISS FM.
Jember hari ini. Kasus stunting masih menjadi stigma negatif di tengah masyarakat. Kondisi itu membuat RSD dr. Soebandi kesulitan menghadirkan bayi dan balita stunting ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, rumah sakit milik Pemkab Jember itu meluncurkan program sosial bertajuk hospital without wall, dengan pendekatan jemput bola ke wilayah terdampak.
Pelaksana tugas Direktur RSD dr. Soebandi, Nyoman Semita, Rabu 18 Februari menjelaskan, pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,8 miliar guna menyediakan susu formula bagi sekitar 500 bayi dan balita stunting di Kecamatan Tanggul dan Jombang.
Melalui program ini, pihaknya tidak hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit, tetapi juga turun langsung ke kecamatan sesuai kemampuan anggaran yang ada.
Program tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan sejak Januari 2026 dan kini telah berjalan sekitar satu setengah bulan. Dalam pelaksanaannya, tim RSD dr. Soebandi menerjunkan dua dokter, tiga dokter muda, perawat, bidan, serta anggota Dharma Wanita untuk mendatangi langsung para penerima bantuan. Tim juga melakukan pemeriksaan kondisi balita sekaligus mendistribusikan susu formula ke rumah masing-masing.
RSD dr. Soebandi bekerja sama dengan kader posyandu dan Babinsa TNI untuk meningkatkan kesadaran orang tua agar tidak ragu membawa anaknya mendapatkan pendampingan.
Nyoman menegaskan, pendekatan proaktif diperlukan karena stunting kerap dipandang negatif oleh masyarakat. Padahal, penyebab stunting tidak semata-mata karena faktor ekonomi. Bayi prematur, kelainan jantung bawaan, hingga gangguan pernapasan saat lahir juga dapat memengaruhi pertumbuhan anak.
Dari total 500 balita penerima program, sekitar 200 anak berada di Kecamatan Jombang dan 300 anak di Kecamatan Tanggul. Setiap balita mendapatkan 24 kotak susu formula selama program berlangsung.
RSD dr. Soebandi menargetkan setelah tiga bulan intervensi, sekitar 80 persen balita penerima bantuan dapat keluar dari kategori stunting.
Meski demikian, pelaksanaan program tidak tanpa kendala. Nyoman mengakui masih ada balita yang tidak mengonsumsi susu yang telah diberikan, sehingga dapat memengaruhi keberhasilan program.
<<<< Fit
(255 views)