
Kawan KISS FM.
Tim Satgas Pengentasan Kemiskinan dan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG Kabupaten Jember mengeluarkan sejumlah rekomendasi menyusul dugaan keracunan MBG di Kecamatan Umbulsari. Rekomendasi tersebut diharapkan diterapkan oleh semua SPPG agar kasus serupa tak terulang kembali.
Ketua Satgas Pengentasan Kemiskinan dan MBG Jember, Akhmad Helmi Luqman, Jumat, 6 Februari, mengatakan rekomendasi utama yang diberikan adalah pengetatan pelaksanaan standar operasional prosedur, terutama terkait pengolahan, distribusi, dan pengawasan makanan.
Setiap penyedia MBG wajib melakukan pengambilan dan penyimpanan sampel makanan selama dua hari berturut-turut. Sampel tersebut tidak boleh dibuang dan harus tersedia untuk pemeriksaan apabila terjadi kejadian tidak diinginkan.
Selain itu, Satgas merekomendasikan agar Puskesmas di seluruh kecamatan melakukan pengambilan sampel makanan secara acak di dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk keperluan uji laboratorium.
Tak hanya itu, Satgas juga meminta pengelola MBG lebih cermat dalam pemilihan bahan baku serta proses pengolahan makanan guna mencegah potensi kontaminasi yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Sementara terkait distribusi MBG yang dimasak pada malam hari dan dibagikan menjelang siang, Satgas menyarankan pembatasan kapasitas produksi dapur. Hal ini dilakukan agar kualitas makanan tetap terjaga dan tidak berisiko basi. Dengan pemecahan produksi, satu dapur tidak menangani jumlah porsi yang terlalu besar dalam satu waktu.
Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa SMP Negeri 1 Umbulsari diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis pada Rabu, 3 Februari 2026. Atas kejadian tersebut pihak sekolah menghentikan sementara distribusi MBG.
Berdasarkan pendataan sekolah, jumlah siswa terdampak bervariasi di setiap kelas, dengan jumlah terbanyak di kelas tujuh dan sembilan. Sebagian siswa diizinkan pulang ke rumah, sementara siswa dengan kondisi lemas sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas.
<<<<<<< Rusdi
(331 views)