
Kawan KISS FM.
Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Daerah Operasi 9 Jember meningkatkan pengawasan di sepanjang jalur kereta api. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta sekaligus mencegah masyarakat beraktivitas di sekitar rel saat ngabuburit.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa jalur rel bukan area publik untuk kegiatan santai. Menurutnya, pengamanan diperketat sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa angkutan Lebaran 2026.
Untuk mengantisipasi aktivitas warga di jalur rel pada sore hari, petugas pengamanan jalur rutin melakukan patroli darat. Selain itu, KAI juga memanfaatkan pemantauan udara menggunakan drone untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
Upaya preventif juga dilakukan melalui sosialisasi langsung kepada warga yang tinggal di sekitar rel serta pemasangan banner peringatan di sejumlah titik strategis.
Dalam program keselamatan tahun 2026, Daop 9 Jember juga menutup dan mempersempit sejumlah perlintasan sebidang liar. Dari target delapan titik, tiga di antaranya telah direalisasikan, yakni penutupan perlintasan di KM 95+7 (Bayeman–Probolinggo) dan KM 158+2 (Jatiroto–Tanggul), serta penyempitan perlintasan di KM 55+7 (Kalisetail–Temuguruh) untuk membatasi kendaraan besar.
Selain itu, pihaknya juga menertibkan bangunan liar yang berada di ruang manfaat jalur kereta api. Satu bangunan liar di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, telah dibongkar.
Ulil.
(276 views)