
Kawan KISS FM.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus melanjutkan program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026 dengan dukungan anggaran dari APBN. Program ini difokuskan pada tiga prioritas, yakni sekolah dengan kondisi rusak berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah terdampak bencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, secara langsung meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 1 Balung pada Sabtu 21 Februari lalu. Dia menyebut, di Jember sebanyak 142 satuan pendidikan telah direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp101 miliar. Rinciannya meliputi 6 PAUD, 74 SD, 44 SMP, dan 18 SMA.
Perbaikan tersebut mencakup pembangunan ruang kelas, rehabilitasi bangunan rusak berat, hingga pembenahan fasilitas sanitasi yang sebelumnya kurang memadai.
Untuk tahun 2026, secara nasional pemerintah telah mengamankan anggaran sekitar Rp14 triliun guna melanjutkan program revitalisasi. Saat ini, proses verifikasi dan validasi calon penerima bantuan tengah berjalan dengan target sementara sekitar 11.470 satuan pendidikan.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Guru Nasional 2025, cakupan revitalisasi tahun 2026 akan diperluas secara signifikan. Pemerintah menargetkan tambahan 60 ribu satuan pendidikan untuk direvitalisasi, sehingga totalnya diproyeksikan mencapai lebih dari 71 ribu satuan pendidikan.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan, di Jember terdapat 1.532 gedung sekolah yang sudah masuk kategori rusak berat. Untuk itu, di tahun 2026 ini, pihaknya kembali mengajukan revitalisasi sebanyak 300 sekolah. Pengajuan ini dilakukan karena jika hanya mengandalkan kekuatan APBD Jember, proses revitalisasi tidak mungkin cepat terealisasi.
Ulil.
(268 views)