
Kawan KISS FM.
Kecamatan Mayang yang dikenal sebagai sentra produksi kue kacang mengalami peningkatan kebutuhan LPG 3 kilogram menjelang bulan Ramadan. Lonjakan permintaan terjadi seiring meningkatnya aktivitas produksi pelaku usaha rumahan yang mengirimkan sedikitnya lima hingga enam truk atau pikap kue kacang ke berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar provinsi.
Namun, DPC Hiswana Migas Besuki Raya menilai jumlah pangkalan LPG di Kecamatan Mayang belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil pemetaan bersama instansi terkait, jumlah pangkalan di wilayah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan kecamatan sekitar.
Ketua DPC Hiswana Migas Besuki Raya, Ikbal Wilda Fardana dikonfirmasi, Rabu 11 Februari menyebutkan, saat ini Kecamatan Mayang hanya memiliki 47 pangkalan LPG. Angka tersebut terpaut jauh dibandingkan Kecamatan Pakusari yang memiliki 290 pangkalan dan Kecamatan Kalisat sekitar 500 pangkalan.
Padahal, berdasarkan data BPS Kabupaten Jember tahun 2023, jumlah penduduk Pakusari tercatat sekitar 47.131 jiwa. Sementara itu, data tahun 2024 menunjukkan jumlah penduduk Kecamatan Mayang mencapai 52.840 jiwa. Dengan jumlah penduduk yang lebih besar, ketersediaan pangkalan di Mayang dinilai tidak proporsional.
Dia mengatakan, dengan pangkalan yang hanya 47, otomatis suplai tabung yang beredar juga terbatas. Salah satu solusi yang perlu dipertimbangkan adalah penambahan pangkalan.
Meski demikian, Hiswana Migas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Warga diminta membeli LPG sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata dan tidak menimbulkan kelangkaan di tingkat konsumen.
Ikbal juga menegaskan, bersama pemerintah setempat pihaknya menjamin ketersediaan stok LPG 3 kilogram tetap aman. Setiap hari, distribusi LPG subsidi di wilayah tersebut mencapai sekitar 75 ribu tabung.
Fit
(279 views)