Eksekusi Flyover Mangli Tunggu Kesiapan Lahan, Menteri PU Target Mulai 2026

Kawan KISS FM.

Rencana pembangunan flyover di kawasan Mangli, Kecamatan Kaliwates, dipastikan akan dieksekusi setelah proses pembebasan lahan dan penyusunan detail engineering design atau DED rampung. Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, saat berkunjung ke Jember, pada Minggu, 22 Februari kemarin.

Dody menjelaskan, secara perhitungan teknis simpang Mangli sebenarnya masih bisa diatur melalui manajemen lalu lintas. Namun, Pemerintah Kabupaten Jember menilai pembangunan flyover menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk mendukung rencana industrialisasi yang akan berdampak pada peningkatan arus kendaraan.

Menurut Dody, jika flyover dibangun, desainnya nanti langsung empat lajur agar mampu mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas hingga 20 tahun ke depan. Ia menilai pembangunan hanya dua lajur, berisiko kembali menimbulkan kemacetan dalam waktu singkat. Ditambah, kemacetan di atas flyover juga dinilai lebih berbahaya dibanding kemacetan di jalan biasa karena faktor risiko keselamatan.

Selain itu, panjang flyover Mangli direncanakan sekitar 1,1 kilometer, dengan anggaran kurang lebih Rp800 miliar. Terkait estimasi waktu pengerjaan dalam kondisi normal diperkirakan mencapai tiga tahun. Namun, Pemerintah Kabupaten Jember mengusulkan agar minimal dua lajur dapat lebih dulu diselesaikan. 

Dody menegaskan, pelaksanaan proyek sangat bergantung pada kesiapan lahan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Koordinasi antara Kementerian PU dan Pemerintah Kabupaten Jember terus dilakukan untuk mempercepat tahapan persiapan. Jika seluruh persyaratan teknis dan administratif dapat dipenuhi, Kementerian PU menargetkan kick off pembangunan flyover Mangli dapat dimulai pada tahun 2026.

Rusdi.

(188 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.