
Kawan KISS FM
Sejumlah petani di Dusun Darungan, Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, mulai kompak melakukan gerakan pengendalian hama tikus di areal persawahan, Jumat pagi 13 Februari. Dengan menggunakan belerang dan kompor emposan, para petani membakar lubang-lubang sarang tikus yang banyak ditemukan di pematang hingga saluran irigasi.
Sejumlah petani tampak berjaga di sekitar lubang, sementara lainnya bertugas memasukkan emposan ke dalam sarang dan membakar belerang untuk menghasilkan asap. Dari kegiatan tersebut, petani berhasil mengumpulkan lebih dari 20 ekor tikus. Bahkan, sebagian tikus yang mati tidak sempat dikumpulkan.
Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Jember, Wahyu Indra Seseno, mengatakan gerakan ini dilakukan menyusul laporan adanya serangan tikus di wilayah tersebut.
Menurut Wahyu, metode emposan cukup efektif. Cara kerjanya dengan memasukkan kompor emposan ke lubang sarang tikus, kemudian dibakar hingga menghasilkan asap tebal yang memaksa tikus keluar atau mati di dalam sarang.
Ia menyarankan agar gerakan pengendalian dilakukan rutin minimal satu minggu sekali dan dilakukan secara serempak oleh petani yang lahannya terdampak. Dengan pola kompak dan berkelanjutan, populasi tikus di sawah diharapkan bisa ditekan.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sruni, Didik Faturohman, menyebut serangan tikus tidak hanya terjadi di Desa Sruni, tetapi juga merata di sejumlah wilayah Kecamatan Jenggawah.
Didik menegaskan, gerakan yang dilakukan bersama petugas POPT ini bersifat stimulan. Ke depan, petani diharapkan mampu melakukan pengendalian secara mandiri tanpa bergantung pada petugas.
Ia juga menekankan pentingnya pola tanam serempak sebagai bagian dari strategi pengendalian hama. Jika usia tanaman berbeda-beda dalam satu kawasan—sebagian baru tanam, sebagian sudah panen—maka tikus akan terus bermigrasi mencari sumber makanan baru.
Karena itu, petani diarahkan menerapkan sistem tanam serentak dalam satu hamparan agar pengendalian hama lebih efektif dan tidak berpindah-pindah.
(217 views)