
Kawan KISS FM.
Banjir yang berulang kali terjadi di Perumahan Muktisari Tahap 3, Lingkungan Keranjingan, Kecamatan Sumbersari, kembali memicu laporan warga kepada Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Kabupaten Jember. Sedikitnya 27 kepala keluarga terdampak dalam kejadian terakhir pada Desember 2024.
Warga Perumahan Muktisari Tahap 3, Tedy Agil, pada Rabu malam menyampaikan bahwa banjir sudah terjadi sejak sekitar tahun 2014. Peristiwa tersebut menjadi ancaman setiap musim hujan. Genangan terakhir terjadi akibat saluran air yang tidak mampu mengalirkan debit hujan, sehingga air meluap dan menggenangi rumah warga hingga sebatas mata kaki.
Menurut Tedy Agil, warga sebelumnya telah berupaya berkoordinasi dengan pihak pengembang Perumahan Muslimat Tahap 3. Namun upaya tersebut belum menghasilkan solusi konkret.
Kondisi itu mendorong warga melaporkan persoalan banjir berulang kepada satgas agar ada tindak lanjut yang lebih tegas.
Sementara itu, anggota Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, Widodo Julianto, membenarkan pihaknya telah menerima pengaduan dari 27 KK warga Muktisari Tahap 3. Satgas juga telah melakukan identifikasi dan pemantauan lapangan sejak beberapa waktu lalu, termasuk meninjau tanggul yang sempat roboh dan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Widodo Julianto menjelaskan, hasil sementara di lapangan menunjukkan adanya beberapa faktor penyebab banjir, di antaranya dugaan pelanggaran sempadan badan sungai. Selain itu, ditemukan pula persoalan terkait status tanah, kewajiban prasarana, sarana dan utilitas umum, serta adanya perbedaan luasan lahan yang perlu dikaji lebih lanjut.
Satgas menegaskan, penanganan tidak hanya bersifat responsif saat banjir terjadi, tetapi juga diarahkan pada penelusuran sumber persoalan dan langkah mitigasi jangka panjang. Koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Badan Pertanahan Nasional, akan dilakukan untuk memastikan penyelesaian persoalan sesuai kewenangan.
(191 views)