Kawan KISS FM.
Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember menegaskan pengembangan sektor pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial dan harus melibatkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya dalam upaya penataan destinasi unggulan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Kepala Disporabudpar Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, kepada KISS FM, Jumat 9 Januari mengatakan sebagian besar destinasi wisata di Jember tidak sepenuhnya dikelola pemerintah daerah. Karena itu, pengelolaan dan penataan kawasan wisata memerlukan kerja sama dengan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya.
Ia menjelaskan, kebijakan integrasi destinasi dan penyesuaian harga tiket masuk telah dilakukan sebagai bagian dari upaya menjawab keluhan masyarakat. Harga tiket kini turun hingga sekitar separuh dari tarif sebelumnya, sekaligus menggabungkan lebih dari satu destinasi dalam satu tiket kunjungan.
Bobby menyebutkan, destinasi wisata yang berada langsung di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Jember jumlahnya terbatas. Yang dikelola Pemkab hanya empat, yakni kawasan Puncak Rembangan, Hotel Kebon Agung, Pemandian Patemon, dan Watu Ulo.
Sementara destinasi lainnya dikelola oleh masyarakat lokal maupun kelompok berbasis komunitas dan sektor pertanian. Kondisi tersebut kerap memunculkan perbandingan antar destinasi, baik dari sisi harga tiket maupun kelengkapan fasilitas.
Untuk pengembangan ke depan, Disporabudpar tidak hanya memprioritaskan Papuma dan Watu Ulo. Berdasarkan kajian bersama perguruan tinggi di Jember, terdapat delapan titik wisata prioritas yang akan diperkuat secara bertahap, dengan kawasan Rembangan menjadi fokus utama untuk wilayah pegunungan.
Penataan yang menjadi prioritas meliputi sistem pintu masuk (gate system), penerangan jalan umum (PJU), penataan parkir, serta peningkatan fasilitas pendukung lainnya. Fasilitas umum seperti toilet juga masuk dalam skema penataan sarana dan prasarana untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Terkait keberadaan kursi dan area duduk di kawasan Watu Ulo yang dikeluhkan pengunjung karena terkesan dikuasai pihak tertentu, Bobby memastikan hal tersebut akan ditata ulang. Saat ini Disporabudpar tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) dan perencanaan lanskap yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Di akhir pernyataannya, Bobby mengajak seluruh elemen masyarakat Jember untuk turut menjaga destinasi wisata. Menurutnya, rasa aman dan nyaman merupakan prioritas utama dalam pengembangan pariwisata daerah.
Anto, Ulil.
