Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau dua bibit siklon tropis yang berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia dalam 24 jam kedepan, Kamis (15/01/2026). Dampak tersebut juga perlu diwaspadai masyarakat di wilayah Kabupaten Jember, khususnya kawasan pesisir selatan.
Dua bibit siklon yang terpantau masing-masing adalah bibit siklon tropis 91w dan bibit siklon tropis 96s. Bibit siklon 91w terdeteksi berada di laut filipina sebelah utara Maluku Utara dengan peluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis. Meski pergerakannya menjauhi wilayah Indonesia, sistem ini tetap memicu peningkatan curah hujan dan tinggi gelombang di sejumlah wilayah timur Indonesia.
Sementara itu, bibit siklon tropis 96s terpantau di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat dan memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis. Kendati demikian, bibit siklon ini memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa, termasuk Jember, Jawa Timur.
BMKG mencatat, gelombang laut di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur berpotensi mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius bagi masyarakat pesisir selatan Jember, terutama di kawasan pantai seperti Puger, Watu Ulo, Payangan, hingga Papuma yang kerap terdampak gelombang tinggi saat terjadi gangguan cuaca di Samudra Hindia.
Selain gelombang tinggi, potensi hujan sedang hingga lebat juga dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Jember, seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang, khususnya di daerah perbukitan dan aliran sungai.
Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, mengimbau masyarakat, nelayan, serta pelaku pelayaran dan wisata bahari di wilayah jember untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi. Aktivitas melaut disarankan menyesuaikan kondisi cuaca terkini. Sementara masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Seiring masuknya puncak musim hujan pada Januari 2026 di kawasan Jember, curah hujan diperkirakan terjadi dengan durasi yang cukup panjang dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Jember. (Ulil)
(308 views)