
Kawan KISS FM.
Upaya mengatasi hambatan komunikasi antara tenaga medis dan pasien terus dilakukan Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat, Kabupaten Jember. Salah satunya dengan menghadirkan inovasi berupa kamus medis bahasa Madura yang diberi akronim “Kamera” atau Kamus Medis Madura.
Sebuah banner vertikal berisi kamus tersebut kini terpampang di ruang resepsionis RSD Kalisat. Kamus ini memuat berbagai istilah kesehatan yang lazim digunakan masyarakat Madura dan diterjemahkan ke dalam istilah medis baku bahasa Indonesia. Istilah-istilah tersebut dikelompokkan berdasarkan bidang penyakit, mulai dari penyakit dalam, bedah, saraf, jantung dan paru, hingga penyakit kulit.
Inovasi ini dilatarbelakangi kondisi sebagian besar tenaga medis di RSD Kalisat yang merupakan pendatang dan belum menguasai bahasa Madura. Sementara itu, wilayah layanan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jember tersebut berada di kawasan dengan mayoritas masyarakat penutur bahasa Madura.
Dalam kamus medis Madura ini tercantum sejumlah istilah lokal yang sering digunakan pasien, seperti tasbebe untuk muntaber, menjhen untuk penyakit disentri, serta saben untuk kejang-kejang, dan berbagai istilah lainnya.
Direktur RSD Kalisat, Dr. Nurullah Hidajahningtyas, Jumat 30 Januari, menjelaskan bahwa keberadaan kamus tersebut sangat membantu tenaga medis yang tidak fasih berbahasa Madura. Dengan merujuk pada kamus medis Madura, petugas dapat lebih mudah memahami keluhan pasien sehingga proses diagnosis dapat dilakukan secara lebih tepat.
Menurut Nurullah, secara geografis RSD Kalisat dikelilingi sejumlah kecamatan dengan mayoritas penduduk berbahasa Madura, seperti Kecamatan Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe, Mayang, Silo, Pakusari, dan Mumbulsari. Saat berobat, sebagian besar pasien menyampaikan keluhan kesehatannya menggunakan bahasa Madura.
Namun demikian, tidak semua tenaga kesehatan di RSD Kalisat menguasai bahasa maupun dialek lokal tersebut. Di sisi lain, sebagian pasien juga mengalami kesulitan menjelaskan keluhannya dalam bahasa Indonesia. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam penyampaian informasi medis yang krusial bagi penegakan diagnosis.
Padahal, lanjut Nurullah, ketepatan diagnosis sangat bergantung pada komunikasi yang jelas dan akurat antara pasien dan tenaga kesehatan.
Berangkat dari kondisi tersebut, seorang dokter umum RSD Kalisat, Dr. Akbar, menggagas penyusunan kamus medis Madura sebagai panduan praktis bagi tenaga kesehatan. Kamus ini dirancang untuk menjembatani perbedaan bahasa dalam layanan kesehatan sehari-hari.
Nurullah menambahkan, kamus medis Madura dapat digunakan oleh seluruh lini pelayanan rumah sakit, mulai dari petugas pendaftaran hingga dokter spesialis. Tujuannya agar interaksi dengan pasien berlangsung lebih akrab, humanis, namun tetap profesional.
Selain menghadirkan kamus, manajemen RSD Kalisat juga menerapkan kebijakan pendampingan tenaga kesehatan lokal di setiap sif. Pada sif pagi, sore, hingga malam, selalu tersedia petugas yang fasih berbahasa Madura. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal tanpa kendala komunikasi selama 24 jam.
<<<< HAFIT
(325 views)