
Pasca viralnya kasus hilangnya tumbler seorang penumpang KAI Commuter Line trayek Tanah Abang – Rangkasbitung, KAI DAOP 9 Jember merilis total aset penumpang yang telah diselamatkan sepanjang tahun 2025.
Manajer Hukum dan Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Senin (01/12/2025) mengatakan, sepanjang tahun 2025, layanan Lost and Found telah mengamankan barang tertinggal milik penumpang dengan nilai estimasi mencapai Rp388.776.000 hingga Rp400 juta. Barang-barang tersebut, merupakan milik pelanggan yang tertinggal, baik di stasiun maupun di atas kereta api.
Cahyo mengungkapkan, tercatat sebanyak 175 item barang temuan yang masuk ke dalam sistem lost and found. Dari jumlah tersebut, KAI berhasil mengembalikan 117 item atau setara dengan 67 persen kepada pemiliknya.
Menariknya, jumlah barang tertinggal di tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 26 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 237 item.
Jenis barang yang ditemukan didominasi oleh barang berharga. Sebanyak 98 item merupakan kategori barang bernilai tinggi seperti telepon seluler (HP), perhiasan, laptop, dan kamera. Sisanya merupakan barang kategori biasa seperti topi, pakaian, helm, sepatu, dan sandal.
Dia menjelaskan, petugas yang menemukan barang wajib segera melaporkan dan menyerahkannya ke Unit Lost and Found. Barang kemudian disimpan di pusat penyimpanan yaitu di stasiun Jember dan Stasiun Ketapang. Petugas akan mengonfirmasi kepada pemilik, selama 1 hingga 7 hari. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak segera diambil, khusus barang berharga akan disumbangkan ke lembaga sosial.
Sebelumnya, viral seorang petugas passenger service Stasiun Rangkasbitung bernama Argi viral karena sempat dibebas tugaskan dari pekerjaan setelah insiden tumbler penumpang hilang. (Ulil)
(340 views)