
Tragedi runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al-Khozini, Buduran, Sidoarjo, yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka, mendapat perhatian serius dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf.
Sebelum meresmikan 42 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Jember, Yahya menyempatkan diri berkunjung ke Sidoarjo untuk menyampaikan duka cita secara langsung, Selasa (30/09/2025).
Sambil menunggu kedatangan Yahya di lokasi peresmian, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, KH. Khodri Arief, mengajak para pengasuh pesantren dan warga nahdliyin untuk menggelar tahlil dan doa bersama bagi para korban. Acara ini diikuti oleh 17 perwakilan pesantren dari Jawa Timur, pengurus PCNU Jember, Mwcnu, Badan Otonom (Banom), serta para kiai dan warga sekitar.
Khodri menyampaikan bahwa informasi terakhir menyebutkan satu korban meninggal dunia dan 30 lainnya mengalami luka-luka. Ia berharap korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah dan korban yang luka segera diberi kesembuhan.
Senada dengan itu, anggota RMI Jember, KH. Muqit Arief, sekaligus kakak kandung KH Khodri dan Pengasuh Ponpes Al-Falah Karangharjo, menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Menurutnya, duka ini bukan hanya dirasakan oleh keluarga Ponpes Al-Khozini, tapi juga oleh seluruh anggota RMI di Indonesia.
Sebagai informasi, Yahya Cholil Staquf pada hari yang sama juga meresmikan 42 SPPG dan menyerahkan 50 ribu menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para santri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum. (Hafit)
(452 views)