Kawan KISS FM,
BMKG Pos Meteorologi Jember menyampaikan penjelasan mengapa musim kemarau yang terjadi di bulan Juni 2025 masih terdapat potensi hujan lebat. Bahkan, pada akhir pekan lalu, curah hujan di kawasan Jember cukup tinggi.
Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Adi Rohman Firdausi kepada KISS FM, Senin, 16 Juni, mengatakan kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukan Monsun Australia aktif dan angin muson timuran semakin menguat, menunjukkan musim kemarau.
Kendati demikian, fenomena hujan lebat yang terjadi saat ini disebabkan oleh gangguan atmosfer dari fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), Rossby, dan Kelvin yang melintas di wilayah Jember.
Gangguan ini menyebabkan peningkatan kondisi atmosfer secara signifikan yang pada gilirannya memicu terjadinya hujan.
Gangguan atmosfer ini, kata Adi, berlangsung singkat, sekitar 2–3 hari, dan setelah itu kondisi cuaca akan kembali normal sesuai dengan musim kemarau yang umum terjadi.
Diperkirakan, potensi hujan masih ada di akhir pekan ini, yang juga dipengaruhi oleh gangguan atmosfer dari MJO, Rossby, dan Kelvin yang melintas di Jember.
BMKG mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu senantiasa menjaga kesehatan, sebab kondisi gangguan atmosfer tersebut bisa memicu perubahan suhu yang signifikan.
<<< Ulil
(534 views)