Siswa Korban Bullying di Jember Takut Keluar Rumah, Orang Tua Minta Perlindungan Polisi

Ilustrasi

Kawan Kiss FM

Siswa salah satu SMA Negeri di Kabupaten Jember berinisial F mengalami trauma setelah menjadi korban bullying. Selain takut ke sekolah, F saat ini juga takut beraktivitas di luar rumah.

Ibu dari F, Sabtu 17 Mei mengatakan, F mengalami bullying berujung penganiayaan di ruang kelas dan di luar sekolah. Aksi bullying yang dialami korban di dalam kelas tidak diketahui oleh guru. Namun, kejadian tersebut disaksikan dan dibenarkan oleh teman-teman korban.

Akibat kejadian tersebut, kondisi korban saat ini lebih banyak duduk dan diam. Korban tak hanya merasa takut dan ingin pindah sekolah, tetapi juga takut beraktivitas di luar rumah. Bahkan, korban kehilangan nafsu makan selama beberapa hari.

Karena itu, ibu korban berharap putranya mendapatkan perlindungan dari aparat penegak hukum. Selain itu, ibu korban juga akan berupaya mengobati trauma korban dengan membawa ke psikiater.

Diberitakan sebelumnya, siswa SMA Negeri di Jember berinisial F membuat laporan polisi. Dia melaporkan satu orang teman sekolah yang diduga telah melakukan bullying berujung penganiayaan terhadap dirinya.

<<< Rusdi

(561 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.