
Kawan KISS FM,
Pakar pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember, Profesor Soetriono, menyebut ketahanan pangan di Kabupaten Jember belum sampai ke tingkat individu. Hal ini disampaikan Soetriono dalam kegiatan dialog yang digelar PWI Jember pada Kamis, 22 Mei 2025 pagi.
Menurut Soetriono, berdasarkan data Bulog, stok pangan di Kabupaten Jember, terutama beras saat ini terbilang surplus. Namun, stok pangan surplus tersebut belum menggambarkan ketahanan pangan hingga tingkat individu.
Hal tersebut terbukti dengan tingginya angka stunting di Kabupaten Jember. Padahal berdasarkan Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012, pemerintah tidak hanya memiliki kewajiban menjaga stok pangan, tetapi juga memiliki kewajiban memperhatikan nilai asupan gizi hingga tingkat individu.
Lebih jauh Soetriono mengatakan, dalam mewujudkan ketahanan pangan hingga level individu, bisa dilakukan dengan pendekatan makanan lokal tradisional. Masyarakat bisa mencampur beras dengan bahan pangan lainnya, untuk mengurangi konsumsi beras.
(327 views)