BPOM Jember Gelar Diskusi Publik Pencegahan Penyalahgunaan Antimikroba

Kawan KISS FM,

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jember, menggelar diskusi publik berkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan antimikroba, berlangsung di Hotel Fortuna, Kamis 8 Mei 2025. Dalam kesempatan ini, BPOM menekankan pentingnya pencegahan penggunaan antibiotik tanpa disertai resep dokter.

Sebab, banyak masyarakat yang sudah familiar dengan sejumlah obat antibiotik, sehingga berupaya membeli tanpa resep dokter.

Kepala Balai POM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo kepada KISS FM mengatakan, data sebaran antibiotik di Jawa Timur tanpa resep dokter yang dijual melalui apotik, mencapai 80 persen. Sementara data rata-rata nasional sebesar 70,59 persen.

Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan resep dan arahan dokter, bisa membuat tubuh menjadi resisten. Resistensi antimikroba (AMR), terjadi ketika bakteri, virus, jamur, dan parasit tidak lagi merespons obat antimikroba.

Sebagai akibat dari resistensi obat, antibiotik, dan antimikroba lainnya menjadi tidak efektif dan infeksi menjadi sulit atau tidak mungkin diobati. Sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit, penyakit parah, hingga kematian.

Dia mengatakan, kondisi tersebut akibat dampak dari penggunaan antimikroba yang berlebihan untuk mengobati, mencegah, atau mengendalikan infeksi yang terjadi pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

<<< Ulil

(449 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.