
Kawan KISS FM
Tim Rukyatul Hilal dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember akan melakukan pemantauan hilal pada Jumat, 28 Februari 2025, dari Mercusuar Pantai Puger, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Kegiatan ini melibatkan para ahli falakiyah serta organisasi masyarakat Islam guna memastikan awal Ramadan 1446 Hijriah.
Menurut Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Wildani Hefni, pemerintah menggunakan metode imkanur rukyah dalam menentukan awal Ramadan. Metode ini juga digunakan oleh Nahdlatul Ulama yang melakukan pemantauan hilal serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Jember.
Secara teori, peluang terbesar untuk melihat hilal ada di Pulau Sumatra, terutama di Aceh. Hal ini karena posisi hilal saat diamati (hilal mar’i) di wilayah tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan 38 titik pengamatan lainnya di Indonesia.
Hilal diperkirakan sudah berada di atas 4 derajat dengan durasi visibilitas sekitar 22 menit 54 detik. Oleh karena itu, fokus utama pengamatan akan berada di Sumatra dan Aceh, sedangkan di Pulau Jawa kemungkinan melihat hilal cukup kecil.
Jika pada Jumat sore, 28 Februari 2025, hilal berhasil terlihat, maka pemerintah akan menetapkan awal Ramadan pada Sabtu, 1 Maret 2025. Namun, jika hilal tidak tampak, maka awal Ramadan akan jatuh pada Minggu, 2 Maret 2025.
Sementara itu, Koordinator Tim Rukyatul Hilal Kemenag Jember, Muhammad Izzuddin, menyampaikan bahwa observasi di Jember akan dilakukan dari Mercusuar Puger. Posisi hilal saat pengamatan diperkirakan setinggi 4 derajat 6 menit.
Secara teknis, hilal memungkinkan untuk terlihat, meski kemungkinannya kecil, terutama jika cuaca berawan atau hujan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah berdasarkan hasil sidang isbat pada Jumat malam.
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, berdasarkan metode hisab yang mereka gunakan.
Hafit
(626 views)