Efisiensi Anggaran, Hotel dan Restoran di Jember Terancam Sepi

Salah satu hotel di Jember

Kawan KISS FM

Kebijakan Presiden Prabowo terkait efisiensi anggaran berpotensi menghambat perkembangan usaha perhotelan dan restoran. Demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Teguh Soeprajitno, dikonfirmasi Rabu, 12 Februari.

Menurut Teguh, kegiatan pemerintahan menyumbang pendapatan hotel dan restoran di Jember sebesar 40 persen. Kegiatan pemerintah yang sering dilaksanakan di hotel mulai dari kegiatan pembinaan, seminar, dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan UMKM.

Dengan adanya efisiensi anggaran, kegiatan pemerintah yang digelar di hotel berpotensi berkurang.

Hal itu akan berdampak terhadap omzet hotel dan restoran yang ada di Jember.

Kendati demikian, Teguh memastikan dampak tersebut sejauh ini belum begitu dirasakan.

Namun, Teguh yakin dalam waktu satu atau dua bulan mendatang dampak dari efisiensi anggaran tersebut akan mulai terasa. Karena itu, 55 pengusaha hotel dan restoran di Jember saat ini mulai mengatur strategi agar tidak bergantung kepada kegiatan pemerintah.

Salah satunya nanti memanfaatkan momen bulan Ramadan agar para tamu datang untuk berbuka puasa bersama di hotel.

Lebih jauh, Teguh menjelaskan bahwa dengan berbagai dampak yang akan ditimbulkan dari kebijakan efisiensi anggaran, PHRI tetap mendukung pemerintah. Sebab, kebijakan tersebut pasti memiliki alasan, seperti halnya karena adanya kebocoran anggaran.

Rusdi

(485 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.