
Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) mencatat sejak September hingga saat ini, sejumlah komoditas pertanian memang mengalami penurunan harga, mulai dari tomat, cabai, kubis, terong, jagung manis, dan jenis hortikultura lainnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Jember menyebut komoditas pertanian jadi penyumbang deflasi paling dominan sepanjang bulan Agustus hingga September 2024. Pada bulan September, deflasi di Jember mencapai 0,10 persen, menunjukkan lemahnya daya beli dan anjloknya harga sejumlah komoditas.
Ketua APPI, Jumantoro, mengatakan bahwa hingga Jumat, 4 Oktober 2024, harga cabai rawit hingga cabai besar juga masih di bawah Rp20.000 per kg. Tidak hanya itu, terong, tomat, kubis, dan sayur lain juga masih di bawah Rp2.000 per kg.
Dia menyebut dugaan banyaknya pasokan dari daerah lain tidak sepenuhnya benar, sebab di Jember sendiri, panen beragam hortikultura juga tinggi, bersamaan dengan daerah lainnya. Akibatnya, serapan di pasar juga lemah. Dia berharap agar pemerintah turun tangan agar kondisi tersebut tidak berlangsung lama, sebab biaya produksi pertanian saat ini juga tinggi. Apalagi, sektor pertanian menjadi penopang ekonomi masyarakat di desa.
(837 views)