
Tingginya jumlah kunjungan dari masyarakat yang berobat di RSD Soebandi Jember membuat pihak rumah sakit akan melakukan penataan kembali. Tujuannya agar pasien dan keluarga yang mengantar tidak terlalu lama menunggu antrean.
Plt Direktur RSD Soebandi Jember, Dr. Hendro Soelistijono mengatakan jumlah kunjungan pasien dan keluarganya untuk rawat jalan selalu membeludak di pagi hari.
Dia menyebut ke depan akan melakukan pengaturan waktu kunjungan agar pasien dan keluarganya tidak berbondong-bondong datang di waktu yang sama, pagi hari.
Misalnya, antrean nomor 1 sampai 30 akan dibatasi mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Selanjutnya, lebih dari pukul 10.00 WIB, maka baru akan dilayani untuk antrean nomor 30 lebih.
Lewat pengaturan waktu kunjungan ini, diharapkan ruangan RSD Soebandi tidak sesak dan pengap karena banyak orang yang masuk. Selain itu, pasien dan keluarga juga tidak perlu antre terlalu lama sejak pagi. Aturan ini, kata Hendro, tentu hanya berlaku bagi pasien rawat jalan atau memeriksakan diri. Artinya, tidak berlaku bagi pasien yang harus segera ditangani di IGD.
Hendro menjelaskan salah satu teknis aturan baru yang akan diberlakukan mirip dengan orang yang mengantre di stasiun. Bila belum waktunya, maka penumpang dilarang masuk ke dalam gerbong. Begitu juga di RSD Soebandi, jika belum masuk periode batasan antrean tiap 2-3 jam, maka pasien dan keluarga juga tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah sakit.
Hendro menilai kebijakan ini diprediksi akan memicu protes. Namun, baginya, protes merupakan bagian dari proses penyadaran agar tumpukan antrean tidak membeludak dan tidak lagi membuat pasien datang pagi hari, pulang di siang hari.
Ulil
(943 views)