HEBOH POTENSI GEMPA DI ZONA MEGATHRUST, BMKG: TIDAK ADA TEKNOLOGI YANG BISA MEMPREDIKSI

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Beni Gumintar

Baru-baru ini, publik kembali dihebohkan dengan pembahasan potensi gempa besar di zona megathrust di kawasan Selat Sunda, Mentawai hingga sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk wilayah Jember.

Merespons hal tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap potensi megathrust sebenarnya bukanlah hal baru. Bahkan, penelitian yang menyebut potensi gempa megathrust tinggal menunggu waktu, sudah ada puluhan tahun silam, bahkan sebelum gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 silam.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Beni Gumintar menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi yang dengan tepat dan akurat mampu memprediksi terjadinya gempa, mulai dari kapan, di mana, dan berapa kekuatannya. Sehingga semua juga tidak tahu kapan gempa di zona megathrust akan terjadi, sekalipun tahu potensinya.

Dia menyebut, potensi gempa megathrust yang berkembang saat ini sama sekali bukanlah prediksi atau peringatan dini, sehingga jangan dimaknai secara keliru seolah akan terjadi dalam waktu dekat.

Terkait gempa di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang disebut tinggal menunggu waktu, hal ini dikarenakan kedua wilayah itu sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar, tetapi bukan berarti segera akan terjadi gempa dalam waktu dekat.

Sejarah mencatat, gempa besar terakhir di Tunjaman Nankai terjadi pada tahun 1946, sedangkan gempa besar terakhir di Selat Sunda terjadi pada tahun 1757, dan gempa besar terakhir di Mentawai-Siberut terjadi pada tahun 1797.

(994 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.