Hadapi Musim Kemarau, BPBD Jember Ingatkan Warga Agar Hemat Air dan Potensi Karhutla

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Penta Satria, mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air saat menghadapi musim kemarau di bulan Agustus saat ini.

Tidak hanya masalah krisis air yang sudah terjadi di sejumlah wilayah, namun potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga cukup tinggi di Jember.

Menurutnya, untuk masalah kekeringan, warga juga harus saling peduli dan menghemat air. Seperti ketika melihat kran air mengucur, kamar mandi meluber, segera dimatikan. Kini BPBD Jember terus mengirim pasokan air ke sejumlah tempat, seperti Kalisat, Pakusari, dan Tempurejo.

Terbaru, sejak Rabu, 13 Agustus kemarin, BPBD juga melakukan identifikasi kawasan kekeringan di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Di wilayah tersebut, sekitar 200 kepala keluarga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena tidak memiliki sumur pribadi dan bergantung pada sumber mata air yang debitnya semakin menurun. Warga harus menempuh jarak hingga 4 km untuk mengambil air bersih atau membuat tandon untuk menampung air hujan.

Kemudian, identifikasi potensi kekeringan juga terjadi di Kecamatan Patrang, yang mencakup Kelurahan Jemberlor, Patrang, Slawu, dan Jumerto. Kendati banyak kawasan kekeringan, pengaruh La-Nina membuat sebagian wilayah di Jember masih sering mendung dan sesekali hujan yang tidak merata.

Sementara terkait potensi karhutla, BPBD Jember sudah melakukan koordinasi dengan Perhutani, PDP, BKSDA, dan Taman Nasional Meru Betiri. Koordinasi dilakukan agar para stakeholder terkait lebih tegas untuk menindak bila ditemukan warga dengan sengaja melakukan pembakaran hutan.

Berdasarkan riwayat kejadian, kawasan yang
Berdasarkan riwayat kejadian dan kawasan yang rawan terjadi karhutla di Jember, yaitu di lereng Pegunungan Argopuro, serta yang sudah terjadi di tahun ini, terdapat di Gunung Manggar dan Watangan.

<<< Ulil

(712 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.