
Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional Jember mulai tidak stabil sejak sepekan terakhir. Untuk itu, Disperindag Jember kembali menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga sejumlah kebutuhan pokok, salah satunya minyak goreng.
Kabid Perdagangan Disperindag Jember, Adrian mengatakan, kenaikan harga minyak di sejumlah pasar tradisional tidak memiliki sanksi. Sebab, aturan harga jenis minyak kemasan bersubsidi seperti Minyakita hanya sampai di tingkat distributor.
Kenaikan harga minyak ini seiring wacana dari pemerintah untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng sejak Juni 2024 lalu. HET Minyakita diusulkan naik sebesar Rp 1.700, atau menjadi Rp 15.700 per liternya dari harga sebelumnya Rp 14.000.
Kementerian Perdagangan saat ini sedang menunggu revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait kenaikan HET Minyakita.
Kendati demikian, harga minyak goreng kemasan di sejumlah pasar tradisional di Jember per hari ini, Selasa 16 Juli, sudah berkisar antara Rp 15.500 hingga Rp 17.500 per liter. Berdasarkan pantauan Disperindag Jember, harga minyak kemasan di Pasar Tanggul mencapai Rp 15.500 per liter, namun di Pasar Balung harganya mencapai Rp 17.000 per liter, sementara di Pasar Rambipuji harganya mencapai Rp 17.500 per liter.
Merespons hal tersebut, pihaknya akan terus memantau gejolak harga kebutuhan pokok di pasaran, sekaligus menjadi acuan ketika menggelar operasi pasar murah.
Ulil.
(1.222 views)