
Dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember, Rifki Nugroho mengimbau masyarakat tidak sembarangan memperlakukan hewan kurban karena kesalahan dalam perlakuan bisa menyebabkan kualitas daging menjadi buruk.
Hal ini disampaikan Rifki saat menjadi pemateri dalam webinar Rabu siang. Dia mengatakan sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami cara menaikkan, mengangkut, dan menurunkan hewan kurban.
Sehingga, masih banyak ditemui hewan kurban yang diangkut sembarangan, mulai ditidurkan, dihimpit, hingga diangkut pakai sepeda motor. Bahkan ada hewan yang ditarik paksa menggunakan kendaraan.
Bahkan, saat sampai di lokasi, terkadang cara menurunkannya dilakukan dengan membiarkan hewan melompat sendiri dari atas pikap. Padahal perlakuan terhadap hewan seperti itu dapat menyebabkan hewan menjadi stres.
Hewan yang disembelih dalam kondisi stres, kualitas dagingnya tidak akan baik, yaitu pucat, lembek, dan cepat membusuk. Karena itu, Rifki meminta agar hewan kurban diangkut menggunakan pikap bak terbuka dengan dipasangi pembatas. Cara menurunkannya juga perlu diberikan tangga agar sapi bisa turun secara pelan-pelan.
Lebih jauh Rifki juga mengimbau agar proses penyembelihan hewan tidak dilakukan di dekat hewan lainnya karena hal itu juga dapat memicu hewan yang belum disembelih menjadi stres.
<<<Rusdi
(833 views)