HARGA JUAL PADI DI ATAS HPP, APPI JATIM SEBUT PRODUKTIVITAS PANEN DI JEMBER TURUN 40 PERSEN

Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jatim menyebut sejumlah wilayah di Kabupaten Jember saat ini sudah mulai memasuki masa panen raya padi. Pada musim kedua tanam padi ini, harga gabah kering panen di tingkat petani hingga saat ini sudah mencapai Rp6.500 hingga Rp7.500 per kg. Harga tersebut sudah tergolong mahal bila dibandingkan dengan HPP yang sudah ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.000 per kg.

Melihat tingginya harga padi di tingkat petani, Ketua APPI Jatim menyebut tingginya harga padi di tingkat petani juga membuat Bulog sulit menyerap padi di atas harga HPP. Dia juga menyebut tingginya harga gabah tidak lepas dari masalah cuaca, sulitnya pupuk, dan masalah hama yang mengakibatkan produktivitas turun hingga 40 persen.

Pihaknya juga sudah mencoba menjual gabahnya ke sentra penggilingan padi milik Bulog. Upaya ini dilakukan agar penggilingan Bulog milik pemerintah tidak kalah dengan swasta dan negara tidak lagi bergantung pada kucuran beras impor.

Sebelumnya, hingga 12 Juni 2024, Bulog Jember menyebut sedikitnya telah melakukan serapan hasil panen padi milik petani sebanyak 12 ribu ton dengan harga beli sesuai HPP beras medium di gudang Bulog sebesar Rp11.000 per kg.

Bapenas sendiri telah menetapkan HPP baru sejak 3 April 2024. HPP gabah kering panen di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp6.000 per kg dengan kadar air maksimal 25 persen. Kemudian untuk GKP dengan kualitas kadar air maksimal 14 persen, pemerintah menetapkan HPP di penggilingan sebesar Rp7.300 per kg.

Selanjutnya, HPP beras di gudang Bulog sebesar Rp11.000 per kg dengan kualitas kadar air maksimal 14 persen, butir patah maksimal 20 persen, dan butir menir maksimal 2 persen.

<<<< Ulil

(1.094 views)