
Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jatim kembali mengeluhkan terlambatnya distribusi pupuk subsidi ke kios-kios. Kondisi tersebut juga berdampak pada tanaman petani yang terlambat diberi pupuk.
Ketua APPI Jatim, Jumantoro mengatakan, jatah pupuk yang tersalurkan ke kios untuk tanaman bulan Februari- Maret, baru turun di bulan Mei.
Hal ini berdampak pada petani yang semakin malas mengambil jatah pupuk subsidi. Sebab di bulan Juni mendatang, sudah banyak yang menanam tembakau, sementara jenis tanaman tersebut tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi.
Dia juga mengeluhkan distribusi pupuk selalu datang dengan jumlah yang sedikit, sehingga petani yang hanya mendapat jatah belasan kilogram, tidak mengurus jatah pupuknya.
Kendati demikian, Jumantoro menyebut, serapan pupuk subsidi di kios-kios di Kabupaten Jember per hari ini, Sabtu 25 Mei masih di kisaran 50 persen.
Padahal pemerintah pusat baru saja menggelontorkan tambahan pupuk subsidi untuk kebutuhan nasional sebesar 9,55 juta ton dari sebelumnya hanya 4,7 juta ton.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk penambahan alokasi baru pada bulan Mei, hingga kini Jember masih belum mendapatkan jatah, sebab belum ada SK Bupati Jember.
Sebelum kuota tambahan dari pemerintah pusat sampai di Jember, dia berharap agar data penerima pupuk di tingkat petani segera diperbaiki. Dia pesimis bila data dan alur distribusi masih rumit, maka penambahan alokasi pupuk tetap tidak terserap maksimal.
<<< ulil
(762 views)