
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember menilai Bupati Jember, Hendy Siswanto belum maksimal dalam merealisasikan janji politiknya, terutama untuk pembangunan Jember berkelanjutan, yakni di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai sebagai sektor pertumbuhan ekonomi primer
Demikian kesimpulan dalam penyampaian rekomendasi DPRD Jember terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember tahun 2024 dalam sidang paripurna di DPRD Jember Kamis siang 25 April 2024.
Ketua Pansus 1 DPRD Jember Siswono, menjelaskan memang ada kelebihan dan kekurangan bupati hendy dalam melaksanakan program-programnya. Namun. untuk penanganan program stunting, kesehatan dan pendidikan masih belum maksimal.
Selain itu program pertanian menjadi tolok ukur kemajuan perekonomian di Kabupaten Jember. Sebab, mayoritas penduduk di Kabupaten Jember adalah petani. Padahal program-program tersebut sudah jelas, bupati tinggal meminta bawahannya mengeksekusi semua programnya.
Sementara Ketua DPRD Jember, Muhammad Itqon Tsauqi menjelaskan tahun ini adalah LKPJ terakhir kepemimpinan Bupati Hendy. Dia juga mengakui Bupati Hendy masih belum maksimal. Namun bupati masih punya waktu untuk merealisasikan program-progamnya di sisa masa jabatannya.
Sementara Bupati Jember Hendy Siswanto menanggapi positif rekomendasi DPRD Jember. Dia menilai sikap kritis DPRD Jember sebagai masukan yang bagus untuk perbaikan kinerja pemerintahannya. Ia berjanji akan terus memperbaiki dimasa yang akan datang karena tidak ada yang sempurna.
Dia juga menjelaskan keberhasilan menurunkan angka kemiskinan yang awalnya berada di peringkat pertama, sekarang sudah di peringkat 18 di Jawa Timur.
(1.015 views)hafit
