
Dinas Sosial Kabupaten Jember menyebut, kakek berinisial IS 70 tahun yang biasa berjualan kerupuk di tengah jalan kawasan kampus, sudah pernah ditabrak kendaraan sebanyak 20 kali. Meski sudah beberapa kali dilakukan pembinaan, kini kakek tersebut kembali berjualan dengan cara duduk di atas jalan raya.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jember Akhmad Helmi Luqman mengatakan, meskipun sudah 20 kali pernah ditabrak kendaraan, namun kakek tersebut merasa tidak bersalah. Bahkan merasa lupa bahwa dirinya pernah berjualan di tengah jalan.
Selain itu Helmi juga menepis dugaan bahwa kakek tersebut berjualan di atas jalan hanyalah modus untuk mendapatkan simpati. Dia juga belum menemukan laporan dugaan modus agar ditabrak untuk mendapatkan uang.
Bahkan dari penulusuran Dinsos Jember. kakek tersebut mengaku tidak mau menerima uang jika tidak bekerja. Dia menyebut, sang kakek dulunya sering berjualan di kawasan Sukorejo ke timur. Kemudian belakangan, sering berjualan di kawasan kampus.
<<<< ulil
