
Sejumlah petani di Kabupaten Jember mulai menerapkan pertanian organik. Kendati demikian masyarakat Jember sampai saat ini belum terbiasa mengonsumsi beras organik.
Demikian disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto saat meninjau langsung produk padi organik di Desa Darsono Kecamatan Arjasa, Rabu 17 April kemarin.
Menurut Hendy, hampir 90 persen kondisi lahan pertanian di Jember memiliki kandungan unsur hara rendah. Untuk itu salah satu upaya mengembalikan kesuburan tanah dengan menerapkan pupuk organik.
Pupuk organik telah terbukti mampu meningkatkan unsur hara dari 3 menjadi 6.
Pemkab Jember saat ini lanjut Hendy telah mengupayakan itu dengan meningkatkan produksi pupuk organik di Pabrik Pupuk Sijempol.
Selain itu Pos Pelayanan Agen Hayati (PPAH) di Desa Darsono juga telah berhasil memproduksi pupuk organik dibantu mahasiswa UNEJ dan berbagai pihak.
Hendy berharap sistem pertanian organik yang ada di desa darsono bisa menjadi percontohan bagi petani lainnya. Sebab sudah terbukti penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan produksi dari 4 ton menjadi 6 ton per hektar.
Meskipun mulai banyak petani Jember yang beralih ke pupuk organik, namun Pemkab Jember masih perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sebab masyarakat Jember sampai saat ini belum terbiasa mengonsumsi beras organik. Padahal beras organik lebih menyehatkan.
Lebih jauh Hendy juga mempersilakan PPAH memproduksi pupuk organik di Pabrik Sijempol. Hasil produksi tersebut nantinya juga bisa diambil dan dibawa pulang sendiri. Sebab Pabrik Sijempol memang membutuhkan masukan dari berbagai pihak.
<<<rusdi
