BPBD Jember Prihatin, Banyak Wisatawan Tetap Nekat Mandi di Pantai Selatan

Proses Evakuasi Wisatawan Asal Gresik

BPBD Jember menyatakan prihatin dengan kondisi wisatawan yang sulit diingatkan agar tidak mandi di pantai selatan Jember, khususnya Paseban. BPBD Jember akan terus memantau hingga jumlah pengunjung berkurang.
 
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Widodo Julianto Kamis 18 April mengatakan, selama musim libur lebaran pihak kepolisian dan pengelola pantai paseban, sudah memasang himbauan banner agar tidak mandi di laut, karena ombak kurang bersahabat.
 
Bahkan mereka juga memberi woro-woro peringatan melalui pengeras suara, namun pengunjung tidak menghiraukan malah justru mandi agak ke tengah.
   
Sementara relawan merasa khawatir dengan keselamatan pengunjung. Apalagi aksi mereka semakin berani berenang ke tengah.
 
Relawan BPBD Jember dengan terpaksa kemudian membentangkan kantong jenazah di hadapan para pengunjung Pantai Paseban Kencong.
 
Aksi relawan ini sempat viral di sejumlah sosial media. Apalagi sebelumnya pantai tersebut sudah menelan korban jiwa, seorang wisatawan asal Gresik Jawa Timur.
     
Karena itu Widodo menghimbau kepada semua pengelola wisata pantai agar lebih waspada memonitor pengunjung.
   
Widodo juga menyatakan prihatin karena pengunjung tidak memperhatikan keselamatan dirinya sendiri dan tidak mengambil pelajaran pada 3 orang wisatawan yang terseret ombak di Pantai Paseban.
     
Diketahui, 3 orang wisatawan asal Desa Segoro Madu Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik tergulung ombak pada Kamis sore 11 April 2024 lalu. Satu di antaranya ditemukan tewas.

<<<<hafit

(1.021 views)