
Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat, luasan panen padi di Kabupaten Jember sepanjang bulan Januari hingga April 2024 mengalami penurunan hingga 12,43 persen bila dibandingkan tahun 2023 pada periode bulan yang sama
Kepala BPS Jember, Tri Erwandi mengatakan, realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2023 di Jember mencapai sekitar 120 ribu hektare atau mengalami kenaikan sebesar 1,7 ribu hektare (1,43 persen) dibandingkan tahun 2022.
Sementara itu total luas panen padi pada Januari hingga April tahun 2024 diperkirakan mencapai 51,83 atau mengalami penurunan sekitar 7,36 ribu hektare (12,43 persen) dibandingkan luas panen padi pada periode Januari−April tahun 2023, sebesar 59,19 ribu hektare.
Lebih lanjut Tri mengatakan, fenomena kenaikan harga beras tahun ini tidak lepas dari pengaruh berkurangnya luasan panen. Selain masalah pupuk, hingga anomali cuaca akibat el nino.
Tri berharap, sektor pertanian bisa lebih menjadi perhatian pemerintah, sebab telah menjadi penopang utama perokonomian Jember hingga 26 persen.
Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian masih stagnan di bawah 3 persen, yang harusnya bisa mencapai lebih dari 5 persen.
<<<<ulil
