
Korban insiden keracunan makanan pembagian takjil gratis di Jalan Nasional Desa Mayang Kecamatan Mayang terus bertambah.
Per Selasa 2 April, jumlah korban yang dihimpun menjadi 102 orang. Mereka menjalani perawatan, baik rawat inap atau rawat jalan di 5 Puskesmas dan klinik layanan kesehatan yang tersebar di 4 kecamatan. Yakni Kecamatan Mayang, Silo, Pakusari dan Kecamatan Ledokombo.
Menurut Kepala Puskesmas Mayang, Hamid Dwi Supriyanto, dari jumlah 102 korban itu, sebagian besar sudah tertangani dengan baik. Bahkan sejak Senin sore 1 April 2024, mereka sudah diperbolehkan pulang dan hanya dilakukan rawat jalan.
Dari 31 orang yang menjalani rawat inap di sejumlah Puskesmas dan klinik kesehatan lainnya hingga Senin sore, tersisa sebanyak 7 orang.
3 orang di antaranya ada di Puskesmas Mayang, 1 orang di Klinik Bhakti Pratama Mayang, 1 orang di Klinik Harapan Sehat, 1 orang di Puskesmas Ledokombo serta 1 orang di Puskesmas Silo 2. Sedangkan 24 pasien lainnya sudah keluar dari rumah sakit.
Sedangkan 71 pasien lainnya hanya menjalani rawat jalan.
Menurut Hamid, keluhan yang dialami 102 orang tersebut yakni diare, mual, muntah, nyeri perut, nyeri ulu hati, pusing, lemas, keringat dingin serta bersendawa terus menerus.
Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Jember sudah mengambil sampel makanan takjil ataupun muntahan dari pasien. Selanjutnya dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Surabaya. Menurut dia hasil pemeriksaan laboratorium tersebut membutuhkan waktu antara 3 hingga 7 hari.
Sebelumnya, puluhan warga dilarikan ke Puskesmas Mayang dan klinik kesehatan sekitarnya karena diduga keracunan makanan takjil gratis, Minggu 31 Maret 2024. Para korban mulai berdatangan mulai sekitar pukul 10 Minggu malam hingga Senin dini hari 1 April 2024.
<<<<hafit
