
Salah satu areal pertanian di Jember
Berdasarkan data Luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tahun 2022, luas areal persawahan di Kabupaten Jember mencapai 86.358,60 hektar.
Jumlah tersebut jadi yang kedua terluas di jawa timur setelah kabupaten lamongan seluas 87.336 hektar.
Tidak heran bila struktur produk domestik regional bruto (PDRB) yang menjadi acuan pertumbuhan ekonomi di jember tertinggi adalah kelompok pertanian, kehutanan dan perikanan.
Badan pusat statistik jember mencatat, potensi ekonomi di jember ditopang oleh 7 lapangan usaha di antaranya kelompok pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, informasi dan telekomunikasi, kemudian yang ketujuh adalah jasa pendidikan.
Kendati demikian, dari 7 struktur tersebut, pertumbuhan ekonomi di kabupaten jember sepanjang tahun 2023 hanya mencapai 4,93 persen. Pertumbuhan tersebut masih jauh bila dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemik covid 19 sebesar 5,51 persen.
Kepala BPS jember tri erwandi mengatakan, dari 7 struktur penopang pdrb jember, terdapat 3 kelompok lapangan usaha yang paling dominan, yakni pertanian, industri dan perdagangan.
Kendati jumlah usaha pertanian di jember besar, namun laju pertumbuhan ekonomi di sektor tersebut masih jauh bila dibandingkan industri dan perdagangan.
Menurutnya jember masih beruntung, di tengah lesunya laju pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian yang kurang dari 3 persen, namun masih ditopang kelompok industri dan perdagangan.
Sektor industri laju pertumbuhan ekonominya masih mampu melesat sebesar 5,86 persen. Kemudian sektor perdagangan masih mencapai 5,63 persen. Sementara kelompok sektor pertanian hanya 2,47 persen.
Tri menyebut, bila sektor pertanian laju ekonominya bisa tumbuh di atas 5 persen maka laju pertumbuhan ekonomi di kabupaten jember bisa tembus di atas 5 persen dari capaian hanya 4,93 persen.
<<<<ulil
