Harga Gabah di Bawah HPP, Dinas TPHP Jember Pastikan Ada Permainan Tengkulak

Memasuki musim panen raya padi di Kabupaten Jember, para petani diimbau selalu waspada dengan permainan harga di tingkat tengkulak.
 
Ketua Asosiasi Petani Pangan Jatim Jumantoro melaporkan adanya penurunan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani di kawasan Kecamatan Arjasa berkisar Rp4000 sampai Rp4200 per kg. Penurunan terjadi pada H-1 puasa dan hingga hari pertama puasa Ramadhan Selasa 12 Maret 2024.
 
Harga tersebut jauh di bawah ketetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp5000 per kg untuk padi panen kerin. Dia menyebut penurunan terjadi karena pedagang beralasan kondisi cuaca yang sering turun hujan hingga gudang penggilingan yang masih tutup.
 
Kendati demikian dia memastikan per hari ini Rabu 13 Maret 2024 harga padi sudah kembali normal di kisaran Rp5000 hingga Rp5500. Harga tersebut terhitung sangat murah dibandingkan tingginya harga beras saat ini.
 
Sementara itu Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember Luhur Prayogo memastikan bahwa informasi gudang tutup itu hanya permainan dari tengkulak. Sebab kini para pedagang justru sedang membutuhkan banyak serapan padi dari petani.
 
Luhur menyebut saat ini harga gabah kering panen di kawasan Arjasa hingga pakusari masih di kisaran Rp5500 hingga Rp6500.
 
Bila harga padi kering panen sampai di bawah HPP dia menduga akibat mutu gabahnya yang jelek. Kemungkinan kedua yakni varietas tanaman yang jelek sehingga mempengaruhi mutu panen.
 
<<<<ulil

(1.096 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.